Apa air bisa dijadikan alternatif bahan bakar terbaharukan ?
Bahan bakar seperti bensin, LPG, batubara, dll digunakan karena sifat pembakarannya yang baik. Dalam pengertian mudah untuk dibakar pada suhu normal dan tidak berbahaya (pembakarannya dapat dikendalikan). Sedangkan sifat dari air malah sebaliknya, memadamkan pembakaran.
Air baru bisa digunakan sebagai sumber bahan bakar dengan memisahkannya terlebih dahulu menjadi hidrogen dan oksigen (H2O ke H2 dan O2) melalui proses elektrolisis, dll. Proses pemisahannya bisa dibaca di _link_ berikut :
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20080831163937AAphqJI
http://alrehabmed.blogspot.com/2008/04/elektroliser-sederhana.html
Yang akan digunakan sebagai bahan bakar adalah hidrogennya. Dengan mereaksikannya kembali dengan oksigen akan dihasilkan listrik untuk menggerakkan mobil ataupun juga listrik di rumah. Sayang sekali proses pemisahan hidrogen dari air ini masih memerlukan energi dan biaya yang mahal sehingga tidak efisien.
Yang lagi trend sekarang adalah pemanfaatan tumbuhan seperti singkong, jagung, jarak, dll untuk dijadikan bahan bakar bioethanol ataupun sebagai penghasil hidrogen. Kalau bioethanol biasanya dicampur dengan solar dengan perbandingan tertentu.
Apa yang laku dipasaran, terutama Jepang ?
Sebenarnya peluang ekspor pertanian untuk bahan baku bioethanol masih terbuka lebar. Sayangnya produk pertanian Indonesia tidak mudah untuk menembus pasar Jepang dibanding negara-negara tetangga seperti Thailand.
Menurut saya, ada baiknya berkonsentrasi dulu ke pasar dalam negeri. Peluang untuk itu masih sangat terbuka sebagai campuran solar. Harga lebih murah dan ramah lingkungan.
Dodik Kurniawan